Awe-Inspiring Us: A Review

Awe-Inspiring Us: A Review

“The moment we understand that Allah’s decision is always in our best interest, everything will start to make sense”. Sebuah quote yang ada di dalam buku Awe-Inspiring Us dari Mba Dewi Nur Aisyah yang mengingatkanku bahwa, everything that’s meant to be, it will be. 

Buku Awe-Inspiring Us menurutku adalah salah satu buku yang wajib dibaca oleh para muslim/muslimah saat ini, terutama mereka yang masih galau akan pilihan ke depannya, ataupun masih ragu akan ketetapanNya. Nah, disini aku mau review beberapa alasan kenapa buku karya Mba Dewi ini wajib mendapatkan rate 5! Check it out! 

Buku Anti Galau  

Dengan banyaknya buku yang menyarankan untuk segera menikah, ataupun nikmatnya menikah, maka buku Awe-Inspiring Us menjadi buku penengah bagi mereka yang berada di fase menunggu. Yap, menunggu ketentuan fase berikutnya setelah lulus kuliah, yaitu antara menikah, kerja, ataupun melanjutkan kuliah S2. Buku yang menurutku begitu adil memberikan gambaran akan kenyataan yang sebenarnya ketika memilih pilihan tersebut dan tak lupa memberikan saran akan apa yang harus dilakukan ketika telah memilih. 

Dalam setiap bab yang disajikan oleh Mba Dewi, satu persatu dijelaskan dengan gamblang setiap fase yang ada beserta opsi yang dapat dilakukan ketika berada di fase itu. Ketika membaca buku ini, aku terenyuh ketika membaca bab mengenai “Lanjut Kerja, Kuliah atau Nikah?” Di bab ini, Mba Dewi menuliskan sebuah perkataan dari Ibnu Qayyim yaitu, 

Silakan Anda melakukan sebab (usaha/ikhtiar) apapun yang terbaik, tetapi kosongkan selalu hatimu dari semua sebab itu agar tetap terarah kepada Allah. 

Saat membaca perkataan itu, nyess.. perasaanku saat itu. Terutama ketika aku masih belum bisa menerima takdirNya ketika gagal mendapatkan beasiswa S2 setelah berulang kali mendaftar. Tak hanya sampai itu, kembali lagi aku dibuat nyess oleh Mba Dewi di halaman berikutnya ketika ia menuliskan sebuah quote pengantar yang sudah aku tulis di awal tulisan ini, yang membuatku merasa, “benar juga, kalo ternyata waktu itu aku diterima pasti…” dan ternyata Mba Dewi lebih banyak gagal dan kecewa yang seharusnya ia rasakan tapi ternyata ia dapat mengatasinya karena,

Kecewa itu Rasa, yang letaknya pun sama dalam hati kita. Tentu kuatnya iman dapat menutupi secercah lubang kecewa yang terukir disana. Karena hatinya selalu mengilhami bahwa apa yang sudah Allah beri adalah yang terbaik dibandingkan skenario buatan diri. 

Yah, jadi malu deh sama diri sendiri karena baru gagal beberapa beasiswa saja sudah merasa kecewa padaNya, padahal seharusnya aku yang sebagai Muslim yakin/beriman bahwa everything that’s meant to be it will be. Maka dari buku ini pun aku belajar bahwa apa yang terjadi tentulah bagaimana kita sebagai manusia, terutama sebagai seorang hamba menghadapinya, Antara Kecewa dan Iman Kita. 

Based On True Story 

Mengikuti Mba Dewi dari media sosialnya di @dewi.n.aisyah cukup memberikan gambaran akan dirinya, dan berbagai aktifitasnya sebagai seorang PhD student, Bunda, dan seorang istri. Melalui buku ini, Mba Dewi memberikan sebuah Epilogue yang merupakan sepenggal kisah pengalamannya yang berkaitan dengan isi dari bab tersebut. Lagi-lagi Mba Dewi menegur keras diri ini yang mungkin belum apa-apa dibandingkan dirinya ketika ia menceritakan perjuangannya mendapatkan beasiswa S2. Disini, ia mengingatkan untuk mengetuk pintu rezeki manapun yang telah Allah sediakan, dan teruslah berikhtiar sampai akhir takdir yang menentukan. 

Persis seperti apa yang aku rasakan ketika ikhtiar terakhir beasiswa LPDP yang ternyata gagal dalam seleksi SBK meyakinkan ku bahwa belum saatnya aku melanjutkan pendidikan lagi. Qodarullah, suami yang duluan mendapat panggilan beasiswa dan mungkin pintu rezeki ku adalah fokus mengurus anak yang memang kini menjadi amanah bagiku. 

Kuliah bisa ditunda 

Bekerja bisa ditunda 

Namun mendidik anak tidak akan bisa ditunda dan diulangi kembali 

Alhamdulillah, walaupun bukan kuliah yang mendapatkan gelar Master, aku mencoba mengetuk pintu rezeki lainnya yaitu dengan mendaftarkan diri di Institut Ibu Profesional yang merupakan sekolah untuk ibu yang insyaAllah akan mendapatkan gelar Mar’atus Sholihah (wanita sholihah), Zaujatu Muthi’ah (istri yang taat), dan Ummul Madrasah (Ibu Peradaban) insyaAllah. 🙂 

Selain Epilogue yang membagikan sepenggal kisah mengenai Mba Dewi, perihal proses bertemu jodoh pun Mba Dewi ceritakan secara jelas di buku ini. Mulai dari proses awal, ikhtiar yang dijalani, sampai akhirnya menikah dan membangun peradaban dalam keluarga. Disini juga dijelaskan berbagai pertanyaan mengenai pencarian jodoh yang pastinya berguna banget untuk kamu yang masih bingung perihal jodoh. 

Bagi yang telah menikahpun, di buku ini juga dijelaskan bagaimana menghadapi berbagai permasalahan dalam keluarga, mulai dari konflik, manajemen waktu, mengurus anak dan hal lainnya yang hanya ada di buku ini. Disini juga Mba Dewi menceritakan kisahnya berkelana bersama putri tercinta, Najwa yang disini ia mengutip sebuah perkataan dari Linda Wooten, 

Being a Mother is learning about strengths you didn’t know you had, and dealing with fears you didn’t know existed” 

Dari kutipan ini pun jelas bahwa menjadi seorang ibu tidak seharusnya membatasi diri kita karena alasan anak, sebaliknya, karena anaklah seorang ibu bisa menjadi lebih kuat dan mampu berbuat lebih tanpa ia sadari. Teguran bagi diri sendiri untuk dapat kembali aktif mengabdi. :’)

Penuh dengan Nilai Islami 

Awe-Inspiring Us termasuk dalam kategori Motivasi Islam, maka tentunya sangat cocok bagi kita para Muslim/Muslimah yang butuh motivasi untuk memiliki buku ini. Kenapa? 

Selain memaparkan pengalaman pribadi yang memotivasi pada setiap bab nya, setiap awal dan dalam bab terselip berbagai quotes dan ayat Al-Quran yang menjadi reminder bagi kita akan pedoman yang telah Allah berikan. Di beberapa paragraf pun diberikan highlight pada kalimat tertentu yang memudahkan kita untuk dapat mengambil poin dan hikmah yang ada. 

Tak lupa, Mba Dewi menulis buku ini dengan berbagai sumber, seperti Shiroh pada zaman Nabi yang ternyata menjadi acuan terhadap permasalahan yang ada kini. Permasalahan mengenai vaksin dan mitos mengenai perawatan bayi pun dijelaskan secara baik oleh Mba Dewi dengan memberikan berbagai sumber yang jelas ilmiah. MasyaAllah, membaca buku inipun tidak hanya menjawab berbagai pertanyaan juga menambah wawasan kita yang kadang masih ragu akan kebenaran informasi. 

Dari semua hal yang telah Mba Dewi tulis di buku ini, semuanya mengacu pada benang merah Iman kepada Allah dan segala ketetapanNya. Karena dari apa yang tertulis disini, segala kesuksesan, kesanggupan, kekuatan yang beliau ceritakan semuanya karena Allah lah yang menguatkan. Bukan karena usahanya, kemampuannya, namun Allah lah yang menyanggupinya untuk itu dan telah Allah takdirkan seperti itu. Kembali lagi, sudah sampai manakah kita meyakini takdirNya yang indah? 

Selain itu, pentingnya niat untuk hanya mencari keridaan Allah adalah poin penting lainnya yang Mba Dewi tegaskan dalam buku ini. Makanya penting bagi kita, terutama seorang Muslim/Muslimah untuk memiliki niat karenaNya dalam setiap langkah yang dijalani, niat yang dilakukan semata-mata untuk mengharap ridhoNya. Alhamdulillah, setelah membaca buku inipun aku merasa bahwa melalui Mba Dewi aku disadarkan bahwa tak pernah ada yang namanya seorang hamba yang lebih hebat dari yang lainnya, karena yang ada hanyalah mereka yang istimewa di hadapanNya. Wallahu a’lam bisshawab. 

Iman kita itu seperti laut, kadang pasang kadang surut

Jiwa kita seperti langit, kadang cerah kadang mendung

Akal kita seperti kaca, kadang jernih kadang buram

Semoga pasangnya tak membanjiri, surutnya tak sampai kemarau

Semoga cerahnya tak menyilaukan, mendungnya tak menggelapkan

Semoga jernihnya mengarahkan, buramnya tak menyesatkan

Semoga kita senantiasa terjaga dalam iman dan ketaqwaan

Semoga umur yang terus berkurang, senantiasa tercatat dalam kebaikan

Awe-Inspiring Us, Dewi Nur Aisyah 

#GAAweInspiringUs #ReviewAweInspiringUS

 

One thought on “Awe-Inspiring Us: A Review

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: