Cerita Mama dari Australia

Cerita Mama dari Australia

Australia merupakan salah satu destinasi yang aku impikan untuk dikunjungi. Jaraknya yang tidak begitu jauh dari Indonesia menunjukkan bahwa impian tersebut dapat terwujud. Namun, jika memang belum sempat saat ini, aku harap akan ada seseorang yang bersedia menceritakan bagaimana wujud Australia yang sebenarnya. Wisata yang belum dicapai, setidaknya sudah dapat aku bayangkan bagaimana suasananya melalui cerita.

Aku ingat saat itu, menuliskan dalam buku mimpiku tentang berbagai negara yang ingin kukunjungi. Negara yang selama ini kukagumi karena keindahan dan perkembangan yang dimiliki, seraya berharap suatu saat bisa ke sana dan membawa nilai yang tertanam untuk dibawa kembali. Meskipun masih tertulis, aku harap suatu saat nanti Tuhan mengizinkanku untuk mewujudkannya.

Salah satu dari negara tersebut adalah Australia. Benua Australia yang menjadi batas geografis Indonesia merupakan destinasi negara yang ingin sekali kukunjungi. Usaha untuk mewujudkannya pun sampai mencari beasiswa untuk kuliah di sana. Namun ternyata, usaha yang kulakukan belum membuahkan hasil. Meskipun begitu, Australia yang selama ini hanya tertulis di list mimpi, ternyata kini mulai dapat kurasakan suasananya dari sebuah cerita. Cerita dari seorang Mama dan kehidupannya selama 3 tahun di Melbourne, Australia.

Mama ini bernama Qanita Mustafa, salah satu adik kelasku saat sekolah menengah dulu. Setelah lulus, ia menikah dan melanjutkan kehidupan di Melbourne mengikuti sang suami. Selama 3 tahun di sana, Alhamdulillah ia telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki. Dari ceritanyalah, akhirnya aku mulai mengenal Australia…

Mengenal Australia

Bayangan pertamaku akan Australia adalah Sydney dengan Opera House nya. Padahal Australia tidak hanya ada Sydney, ada Canberra yang menjadi ibukota negara, Melbourne yang menjadi pusat demografi penduduk dan berbagai negara bagian lainnya. Bahkan Melbourne sendiri berada di peringkat kedua di dunia sebagai kota yang paling direkomendasikan untuk ditinggali (Statista, 2018). Bayangan akan Opera House pun tergantikan dengan menantikan alasan mengapa Melbourne dinobatkan seperti itu.

Untuk sampai di Melbourne, kita harus menempuh perjalanan di udara selama 6 jam 35 menit. Terdapat dua bandar udara yang menjadi tujuan. Tullamarine Airport jika menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Malaysia Airlines atau Brunei Airline dan Avalon Airport jika menggunakan maskapai AirAsia. Sebelum terbang ke Melborune, ternyata untuk mendapatkan visanya agak sulit dan sangat ketat. Ita pun menceritakan pengalamannya dalam mendapatkan visa.

Awal pengajuan visanya adalah visa liburan, karena mengurus visa pasangan dari Indonesia prosesnya ribet dan memakan waktu yang lama. Namun, karena visa liburan memiliki waktu yang terbatas untuk tinggal, maka ia segera mengajukan visa pasangan untuk mendapatkan visa tinggal tetap/permanent resident. Bagi yang ingin bekerja, harus memiliki sertifikat IELTS dan berbagai hasil tes kesehatan. Jika terdapat keluhan berupa flek pada paru-paru, maka bisa saja visanya ditunda atau bahkan ditolak. Sayangnya untuk visa bekerja sendiri tidak dapat diperpanjang sehingga harus senantiasa diperbaharui.

Hidup di Melbourne memiliki tantangan sendiri bagi seorang Mama. Ia bercerita bahwa kehidupannya di sana memaksakan ia untuk berusaha sendiri tanpa bantuan ART ataupun baby sitter. Sisi positif dari keadaan ini adalah semakin kuatnya bonding antara suami-istri dan semakin intens hubungan dengan anak-anak. Dari segi ekonomi pun, hidup di Melbourne lebih terjamin karena ada bantuan dana dari pemerintah. Baik dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan fasilitas umum seperti taman bermain, Rumah Sakit, WC umum yang terjamin dan gratis. Bahkan pada setiap blok rumah pasti ada taman dan area bermainnya. Mendengar ceritanya sampai ini aja, sudah membuatku merasakan suasana Australia, terutama Melbourne yang cukup menyenangkan dan menenangkan jika tinggal di sana. Hehe

Muslim di Melbourne

“Lalu, bagaimana dengan menjadi Muslim di Australia?” tanyaku. Mama dari dua baby Z inipun menjelaskan bahwa meskipun Islam hanya memiliki 2.2% penganutnya di sini, selama 3 tahun ia tinggal di sana, ia tidak merasakan kendala apapun untuk melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Para Muslim yang berada di Australia pun kebanyakan merupakan imigran dari Turki, Afghanistan, Somalia, Iraq, Bosnia, Malaysia dan pastinya Indonesia. Benua Australia sendiri diketahui sebagai negara yang mayoritas penduduknya imigran sehingga banyak kelompok masyarakat yang berasal dari berbagai negara.

Alasan tidak adanya kendala untuk beribadah bagi umat Muslim didukung dengan fakta fasilitas untuk Muslim yang tersedia. Kini telah dibangun Islamic Museum di Melbourne, sebagai tanda awal munculnya Islam di Melbourne. Adapun lembaga-lembaga Islam mengadakan berbagai kajian untuk menuntut ilmu, hingga beberapa toko mengizinkan pegawainya untuk berhijab. Untuk komunitas Muslim sendiri pun terdapat di beberapa negara bagian, seperti Victora dengan IMCV (Indonesia Muslim Community of Victoria) dan ICV (Islamic Counsil of Victoria) yang merupakan badan utama untuk organisasi Muslim di Victoria.

Berkembangnya Islam di Australia juga dapat dilihat dari tempat ibadah yang tersedia. Mulai dari Musholla yang mudah ditemukan, baik di kampus, bandar udara, Rumah Sakit hingga pusat perbelanjaan. Masjid pun sudah banyak tersebar di berbagai wilayah sehingga dapat beribadah dengan tenang. Jika tidak ditemukan Musholla atau Masjid di tempat umum, maka menggelarkan sajadah di tempat yang bersih dan melaksanakan sholat pun bukan perkara di Australia. Mendengar hal ini pun aku melihat bahwa Australia menjadi destinasi yang baik untuk para Muslim yang ingin berkunjung kesana. Lingkungannya ramah dengan Muslim, fasilitas untuk Muslim melakukan ibadah pun tersedia, tinggal makanan saja nih. Apakah sulit menemukan makanan halal di Australia?

Keraguanku terjawab saat Mama Ita menceritakan bahwa mencari makanan halal bukanlah hal sulit di Australia. Jika ingin membeli daging halal, bisa ke tukang daging yang Muslim. Restoran halal pun bisa kita kunjungi Restoran Indonesia, Malaysia, Turki, India dan Tiongkok. Untuk makanan halal khas Melbourne sendiri ada yang namanya HSP yaitu Halal Snack Pack, yaitu perpaduan chips dan daging pakai saus. Wah, membayangkannya saja sudah cukup membuatku lapar dan ingin menyantapnya. 😀

Hikmah yang mungkin bisa didapatkan dari menjadi Muslim di Australia adalah agar selalu berhati-hati perihal makanan. Apabila ke restoran selalu menanyakan status kehalalan makanan tersebut. Begitupula ketika membeli cemilan, harus melihat komposisinya terlebih dahulu apakah aman atau tidak untuk dimakan. Mama Ita pun menceritakan bahwa makanan seperti fish and chips yang secara umum terlihat halal, ternyata pelayannya menjelaskan bahwa tidak halal karena mengandung beer batter. Subhanallah…Dengan begitu, sudah jelas bahwa tak selamanya apa yang terlihat halal belum tentu baik untuk dikonsumsi sehingga harus senantiasa berhati-hati.

Bagaimana dengan pelayanan kepada orang Muslim di sini? Ternyata pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi pasien Muslim yang telah dimengerti. Saat Mama Ita hamil sampai melahirkan pun, ia meminta untuk ditangani oleh petugas perempuan, mulai dari perawat, dokter kandungan, USG dan berbagai hal medis lainnya. Permintaan itu pun dipenuhi sehingga Mama Ita bisa nyaman periksa dan melahirkan di Rumah Sakit. Sampai makanan yang disediakan pun halal meskipun termasuk kategori untuk vegetarian.

Wisata Halal

Berlanjut ke wisata halal di Australia, Mama Ita pun menceritakannya dengan semangat karena ternyata destinasi wisata di Australia terutama Melbourne sangat terjangkau. Berikut rekomendasi yang telah ia kunjungi:

Berjalan-jalan di pusat kota tentu menyenangkan jika terdapat berbagai fasilitas hiburan di sana. Di pusat kota Melbourne terdapat banyak taman yang luas, arena bermain, museum, perpustakaan, spot foto dan menikmati suasana kota dengan menaiki tram gratis.

  • Pantai

Tidak hanya di Indonesia yang memang merupakan negara kepulauan, Melbourne sendiri yang berada di bagian Selatan Australia pun memiliki banyak wisata pantai. Salah satunya berada di Gold Coast yang terdapat pantai indah yaitu Surfer Paradise.

  • Kebun Binatang

Selain Australia Zoo yang dimiliki oleh istri mendiang Steve Irwin di Queensland, Melbourne ternyata memiliki kebun binatangnya sendiri. Anehnya, menurut Ita lebih bagus Taman Safari daripada kebun binatang di Melbourne, padahal di Taman Safari tidak ada kanguru bukan? Hehe

Berlanjut ke arah Tenggara, Melbourne memiliki Dandenong Ranges yang wisatanya cenderung kembali ke alam. Dibutuhkan waktu 1 jam perjalanan dari pusat kota untuk sampai di sana. Di sana kita dapat berkunjung ke Phillip Island yang merupakan tempat para pinguin melakukan atraksi. Selain itu, terdapat the Puffing Billy, sebuah kereta uap yang telah berusia lebih dari 1 abad yang akan membawa kita keliling melihat sisi lain Melbourne.

Sumber: Cheria Travel

Karena Australia memiliki 4 musim, maka tentu harus memikirkan dengan matang kapan dan ke mana saja tempat yang harus dikunjungi di sini. Selain itu, bukan hanya orang dewasa yang harus mempersiapkan diri, anak-anak pun harus dipersiapkan dengan matang sebelum diajak berwisata ke Australia. Maka, jika memang belum terbiasa berkunjung ke Australia, alangkah baiknya meminta bantuan agen travel untuk memandu dan mengatur perjalananmu, agar Wisata Australia mu maksimal dan berkesan.

Wisata Australia bersama Cheria Halal Holiday

Sebenarnya ada begitu banyak travel yang menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan dan terjangkau. Namun bagaimana dengan perjalanan yang membutuhkan pengetahuan halal dari makanan dan waktu sholat selama wisata? Pastinya tidak semua travel memberikan pelayanan tersebut. Meskipun Australia telah tersedia makanan halal, namun sebagai seseorang yang pertama kali kesana mampukah kita mengetahui dengan tepat di mana dan bagaimana harganya? Bukankah lebih baik jika bersama agen travel yang sudah berpengalaman berwisata ke sini?

Nah, agen travel yang bisa menjadi pilihanmu adalah Cheria Halal Wisata Tour Travel. Telah berdiri sejak 2012 dan memiliki komitmen untuk menyediakan wisata halal bahkan di negara yang non muslim sekalipun, Cheria Travel hadir sebagai sebuah solusi wisata halalmu. Bersama Cheria Travel, nantinya kita tidak perlu ragu lagi untuk makan apapun karena sudah diketahui status halal nya oleh tim Cheria. Dengan begitu, kita dapat berwisata dengan tenang karena terjamin halal makanannya di destinasi wisata.

Untuk paket #WisataHalalAustralia pun, Cheria Travel telah menyediakan paket selama 8 hari keliling Australia. Paket selama 8 hari inipun bisa diliha di sini jadwalnya. Maka wisata halal yang telah diceritakan Ita pun pastinya sudah termasuk dan mungkin bisa lebih banyak lagi. Selain itu, dengan jadwal yang sudah disusun sedemikian rupa, kitapun tak perlu khawatir ketinggalan momen atau destinasi yang populer di sana. Tim Cheria Travel pun sudah menyusun rencana perjalanan sedemikian rupa agar semua tempat yang harus dikunjungi dapat dicapai. Adapun tempat wisata yang ingin dikunjungi namun tidak termasuk dalam paket, maka bisa dikonsultasikan kepada tim Cheria agar dapat disesuaikan kembali jadwal perjalanannya. Keseruan liburan dengan #CheriaAustralia bisa dilihat dari video berikut:

Wah, mendengar cerita dari Mama Ita tentang Australia saja sudah sangat jelas menggambarkan suasana Australia terutama Melbourne dari sisi orang Indonesia. Lalu melihat video para wisatawan Cheria Holiday di Australia semakin membuatku tidak sabar untuk dapat segera mengunjunginya suatu hari nanti jika Allah mengizinkan. Tentu tidak perlu meragu lagi wisata ke Australia dengan Cheria karena sudah memiliki izin resmi. Nilai plus #WisataHalalAustralia pun dapat menjadi ketertarikan sendiri untuk dapat berwisata dengan tenang tanpa meninggalkan perintahNya. Hal yang pasti harus selalu diingat adalah ketika berwisata, dimana pun itu, ambillah hikmah dari setiap perjalanan dengan senantiasa bersyukur dan bertafakur terhadap kuasaNya. Dengan begitu, wisata bukan hanya sekedar hiburan semata, namun bisa sebagai bentuk syukur terdapat segala nikmatNya.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Kau dustakan?)

Jadi, kapan mau jalan-jalan? XD

Infografis Australia

Lomba Blog Cheria Holiday #9 2019

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: