Matrikulasi NHW#1 – Adab Menuntut Ilmu

Matrikulasi NHW#1 – Adab Menuntut Ilmu

Matrikulasi IIP pun telah dimulai, materi pertama adalah dasar dari semua pembelajaran ini, yaitu Adab Menuntut Ilmu. 

Bismillah, perkuliahan Institut Ibu Profesional pun telah resmi dimulai. Materi mengenai Adab Menuntut Ilmu pun telah disampaikan dengan baik dan dibahas dengan sedemikian rupa yang semakin memahami bahwa berkahnya suatu ilmu bermula dari adab diri ini ketika mempelajarinya. Makanya, mungkin terkadang apa yang kita pelajari susah masuk atau cepat lupa karena pada hakikatnya ada tata cara dan sikap yang harus diutamakan ketika mempelajari hal tersebut.

Alhamdulillah, melalui Matrikulasi ini aku mengetahui bahwa bagaimana seharusnya bersikap terhadap diri sendiri, guru, dan terhadap ilmu itu sendiri. Nah, setelah mengetahui adab dalam menuntut ilmu, maka seperti biasa, dalam IIP ini akan diberikan Nice Homework sebagai tugas yang harus dikerjakan. Maka, inilah Nice Homework ku.

slide1
slide2

Bermula dari pembuka tersebut, aku mengerti bahwa dalam menuntut ilmu hendaknya mendahului adab yang memang harus dibiasakan terlebih dahulu pada diri masing-masing yang nantinya harus diniatkan untuk dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Lalu, ketika sudah mengetahui hal tersebut, maka muncullah pertanyaan pertama dari NHW ini:

slide3

Kenapa Husnuzhon? Mungkin karena dulu pas kuliah S1 memasuki jurusan yang ternyata tidak sesuai ekspektasi dan merasa salah jurusan. Lalu ketika diberikan kesempatan untuk memilih jurusan ilmu lain di Universitas Kehidupan yang sedang dijalani ini, maka akupun mulai merenungi dan memikirkan, “apa ya yang ingin aku pelajari yang ketika aku mempelajarinya minimal akan langsung berdampak bagiku.” Akhirnya muncullah keinginan untuk mempelajari ilmu husnuzhon atau berbaik sangka. Mungkin terdengar mudah untuk berbaik sangka, namun pada kenyataannya sulit bagi aku yang kadang masih pesimis dengan apa yang terjadi di hidup ini.

slide4
Jika benar diibaratkan seperti jurusan kuliah, maka alasan aku ingin mempelajari ilmu husnuzhon karena dengan berbaik sangka akan membuka pintu ilmu lainnya yaitu Rasa Syukur, Kesabaran, dan Ikhlas. 

Pertama, ketika dihadapkan dengan suatu keadaan yang menyenangkan ataupun doa yang terkabul, dengan mengedepankan husnuzhon kepada Allah yang telah menetapkan hal tersebut terjadi maka akan memunculkan rasa syukur kepada sang Robbi atas segala yang telah ia berikan untuk diri. Jika dalam keadaan aku kini, dengan menjadi seorang istri dan diberikan berbagai kemudahan dalam hidup maka ketika berhusnuzhon akan ketetapan Allah tak hentinya rasa syukur diungkapkan dan membuat diri tidak kufur nikmat karena sejatinya nikmat yang ada adalah dengan izinNya.

Lalu, ketika mengedapankan husnuzhon ketika ditimpa musibah ataupun hal yang sulit, maka kesabaran yang akan muncul. Seperti halnya ketika kesulitan mengurus anak, dengan berhusnuzhon kepada Allah bahwa anak yang dititipkan adalah ladang pahala bagiku yang tidak boleh aku sia-siakan. Ketika berhusnuzhon seperti ini diharapkan aku dapat menjalani peran sebagai ibu dengan sabar karena yakin bahwa kesulitan ini bernilai pahala dan Allah pastinya tidak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuannya. Jadi, aku pasti bisa melalui pengasuhan ini dengan baik!

Nah, ketika mempelajari husnuzhon dapat membuat diri menjadi lebih bersyukur dan bersabar dalam menghadapi suatu keadaan, maka diharapkan diri ini dapat menjadi lebih ikhlas menjalani hidup. Ikhlas dalam artian melakukan segala sesuatu dengan hanya mengharap ridhoNya. Ikhlas ketika mengetahui bahwa apa yang terjadi memang kehendakNya dan inilah yang terbaik untuk diri. Dalam hal ini, aku harap dapat ikhlas menerima keadaan dengan menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk keluarga dan lingkungan sekitarku.

slide5

Ketika sudah mengetahui alasannya, pastinya harus tau juga apa strategi yang dilakukan untuk dapat menunut ilmu tersebut. Ke enam poin diatas sudah mewakili tahapan yang akan aku lakukan jika ingin mempelajari ilmu husnuzhon. Poin-poin tersebut insyaAllah dapat diterapkan dengan sebenar-benarnya agar dapat lulus dari jurusan ini. :”)

slide6

Pertanyaan ini nih yang paling bikin mikir dan evaluasi juga bahwa ternyata dalam menuntut ilmu ada sikap yang harus diubah, karena jika masih ada sikap-sikap diatas pastinya tidak akan masuk pelajaran mengenai husnuzhon ini.

Bagaimana bisa berbaik sangka kepada Allah tetapi tetap iri melihat keadaan orang lain dan membandingkan diri sehingga kufur nikmat yang dirasa? 

Bagaimana bisa berbaik sangka jika selalu merasa kurang dengan apa yang dimiliki padahal apa yang dimiliki sekarang adalah yang terbaik untuk diri? 

Bagaimana pula ingin husnuzhon  jika tetap mendengarkan perkataan orang lain yang mungkin tidak mengenakkan bagi diri? 

Bagaimana ingin husnuzhon dan mensucikan diri jika masih ada yang ingin dicari dari keadaan orang lain? Bukankah lebih baik fokus kepada diri sendiri dan nikmat yang ada?

Bagaimana berhusnuzhon jika masih ada setitik niat berburuk sangka kepada orang lain? Hilangkan dan gantikan dengan memikirkan hal yang bermanfaat!

Maka, pertanyaan diatas sesungguhnya adalah pengingat diri untuk mulai mengubah sikap tersebut dan mulai fokus untuk senantiasa berhusnuzhon.

slide7

MasyaAllah, ternyata dibalik NHW ada pesan yang tersirat untuk diri. Bahwa ilmu yang ingin dipelajari pada dasarnya adalah apa yang kita butuhkan untuk dapat menjadi lebih baik lagi.

Diberikannya tugas inipun sebagai reminder diri bahwa apa yang ditulis hendaknya dipertanggung jawabkan dengan melakukannya. Bermula dari menjawab pertanyaan yang mendalam, pada akhirnya aku dapat menemukan masalah dan solusi yang akan kuhadapi sesuai dengan keadaan yang ada di universitas kehidupan ini.

Maka, bismillah, NHW ini sebagai pertanggung jawabanku untuk dapat memaknai dan senantiasa mengedepankan husnuzhon kepada berbagai sisi kehidupan yang ada agar dapat meyakini bahwa everything that’s meant to be, it will be. 

Jebus,

11.09 pm.
UPDATE!!

Alhamdulillah, ternyata NHW #1 milikku mendapatkan kesempatan untuk mewakili regional Batam-Babel menjadi NHW terbaik bersama NHW dari regional lain dalam E-Bulletin No.1 yang terbit setiap hari Sabtu. 

Hadza Min Fadhli Robbi.

Link untuk membacanya silakan klik disini:
https://drive.google.com/file/d/1I_5_vAHkiVgq6la0NaDKvXXxVY9DM_ip/view
 

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: