Master Dream Plan – Beasiswa S2 MEXT Jepang (Part 1) 

Master Dream Plan – Beasiswa S2 MEXT Jepang (Part 1) 

“Melanjutkan S2 ke Jepang? Mungkinkah?”

Setelah mengetahui dari pameran pendidikan Inggris kemarin bahwa kesempatan untuk dapat mengikuti seleksi beasiswa bisa dilakukan tahun depan, maka setelah membicarakan ke orangtua, keputusannya, okeh fix nunda setahun dulu untuk mempersiapkannya. 

Tekad untuk mempersiapkan S2 ke Inggris selama setahun ini pun dilakukan dengan mencari berbagai info dan syarat apa saja yang diperlukan, terutama untuk memiliki bukti kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS. Jadi, untuk tahun ini siapin untuk tes IELTS dan lebih mematangkan persiapan. Bismillah.

Tapi yang namanya berencana pastilah hanya kemampuan manusia, karena Tuhan Yang Maha Mengetahui lah yang menentukan segalanya.

Jadi, ketika niat ingin mempersiapkan sudah bulat, tiba-tiba orangtua minta supaya aku mencoba untuk apply beasiswa sebagai research student di Jepang. He? Kenapa dari Inggris ke Jepang? (- – “) Well, aku sendiri ga tau kenapa bisa seperti itu, tapi sepertinya harapan orangtua agar aku bisa melanjutkan S2 sangat besar, sehingga merekapun menyarankan agar rencana S2 tetap berjalan namun berbeda destinasi, dan Jepang menjadi salah satu pilihan.

Dari dulu emang punya mimpi buat ke Jepang, tapi bukan untuk studi, karena lebih ingin kesana untuk sementara, seperti ikut konferensi ataupun liburan saja, sehingga keinginan untuk melanjutkan S2 di Jepang pun masih blank banget mau kaya gimana, apalagi ini beasiswa nya untuk research student yang mengharuskan calon mahasiswa Master nya untuk melakukan riset terlebih dahulu selama setahun baru bisa melanjutkan pendidikan S2 nya. Nah, karena baru tau nih tentang beasiswa Jepang ini, maka langsung cari dah tuh info-info mengenai beasiswa Monbukagakusho atau yang kini lebih dikenal dengan beasiswa MEXT Jepang.

Lalu, apa itu Beasiswa MEXT Jepang ini? 

Beasiswa MEXT ini adalah program beasiswa pendidikan dari pemerintah Jepang untuk warga negara Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikannya di Jepang. Beasiswa ini diberikan kepada siswa Indonesia dalam berbagai jenjang yaitu:

  • Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi
  • Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College bagi lulusan SLTA
  • Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang
  • Teacher Training bagi guru

Nah, banyak banget kan program yang ditawarkan? Maka dari itu pastinya banyak banget peminatnya. Haha

Karena aku ingin melanjutkan pendidikan S1 ku ke S2 maka akupun mengikuti program research student. Namun ternyata dari program research student ini terdapat 2 jalur, yaitu melalui program U to U (University to University) dan G to G (Government to Government). Dua jalur ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Secara garis besar, untuk jalur U to U kamu harus rajin cari profesor yang mau bimbing riset kamu di Jepang dan mendapatkan rekomendasi untuk diajukan beasiswa ke pemerintah Jepang. Karena aku sama sekali ga kepikiran untuk kuliah di Jepang makanya agak beresiko kalo langsung nyari profesor yang sebenarnya aku aja baru kelar skripsi banget dan ga tau mau bikin riset tentang apa. Haha

Maka untuk tulisan kali ini, aku akan cukup membahas tentang beasiswa MEXT melalui jalur G to G yaitu yang melalui kedubes Indonesia, dimana pihak kedubes Indonesia lah yang menyeleksi untuk diajukan kepada pemerintah Jepang.

Lalu, kenapa sih nekat banget untuk ikutan beasiswa ini padahal mah gak ada niat sama sekali? 

Well, disini aku mau ngasih tau kalo aku baru dapet info mengenai beasiswa ini pada tanggal 4 Mei 2017 dan ternyata pendaftarannya ditutup tanggal 16 Mei 2017. Gila ga tuh apply beasiswa cuma dalam 12 hari?! Belum rekomendasi, proposal riset dll yang kalo dipikir doang ga bakal kelar. Tapi bismillah, everything that’s meant to be it will be kan? Usaha aja dulu, ga dosa ini. Wkwk

Demi orangtua yang pengen liat anaknya seneng karena bisa lanjut S2 maka bismillah lagi dikumpulkan lah niat untuk memenuhi persyaratan beasiswa MEXT ini, karena ternyata beasiswa yang akan didapat mencakup 100% biaya kuliah, tanpa ikatan dinas, biaya tunjangan hidup dan tiket pesawat PP. Beuh, daebak ga sih? Makanya bismillah lah dicoba untuk apply beasiswa ini walaupun agak bingung juga sih mau ambil apa. Haha

Nah, untuk persyaratannya pun gampang dan aku sebagian besar udah memenuhi kriteria, terlebih lagi tidak ada kewajiban untuk bisa berbahasa Jepang karena nanti bisa belajar disana. Untuk syarat pendaftaran beasiswa dan info mengenai beasiswa ini, langsung aja masuk ke website Kedubes Jepang.

Untuk pengantar awal Master Dream Plan – Beasiswa S2 MEXT Jepang sampai disini dulu ya, untuk rincian perjalanan pendaftaran beasiswa ini akan aku kasih tau di post selanjutnya. Stay tune!

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: