Matrikulasi NHW 5 – Belajar Bagaimana Cara Belajar

Matrikulasi NHW 5 – Belajar Bagaimana Cara Belajar

Tak terasa perkuliahan IIP ini sudah memasuki materi ke 5, semakin banyak materi yang di dapat ternyata semakin dalam juga perenungan yang harus dilakukan dalam mengerjakan NHW. Begitu pula NHW ini, kita disuruh untuk membuat desain pembelajaran yang dimana, hanya kita yang tahu dan IIP tidak memberikan aturan apapun… 

Setelah mendapatkan materi mengenai Belajar Cara Belajar, ternyata semakin bertambahnya zaman, harus semakin bertambah pula pemahaman kita tentang belajar ini. Ternyata bukan hanya harus BISA, tapi harus SUKA. Selain itu, harus mempelajari 3 hal yaitu: 

  • Belajar hal berbeda 

Di poin ini belajar lah segala sesuatu yang kita suka yang nantinya dapat menguatkan Iman kita sebagai bekal di masa depan agar senantiasa mengingatNya. Lalu, belajar hal yang dapat menumbuhkan karakter yang baik saat mempelajarinya dan terakhir belajar sesuatu yang dapat menemukan passion dalam diri yang dimana saat melakukannya hati kita pun merasa terpanggil untuk terus melakukannya. 

  • Cara belajar yang berbeda

Untuk hal ini aku cukup merasa tersentil mengenai metode pembelajaran ini karena ternyata memang tak selamanya belajar itu hanya menerima, namun sejatinya adalah proses pencarian mandiri melalui berbagai pertanyaan yang ada dalam fikiran ketika melihat sesuatu (5W1H). Dari hal inilah kita dapat terus belajar dan menekuni pembelajaran tersebut karena memang semakin kita tidak tahu, semakin kita harus mencari tahu hal itu. Namun, disini ditekankan untuk bersifat skeptik dan berdasarkan pada fakta yang ada, bukan hanya dalam asumsi, tapi adanya bukti.

  • Semangat belajar yang berbeda

Poin terakhir yang harus dipelajari adalah tujuan dari kita belajar itu sendiri. Sebenarnya apa sih yang dicari? Apa yang dikejar? Karena nantinya ilmu yang dipelajari akan diminta pertanggung jawabannya. Apa yang kamu dapet selama 4 tahun kuliah S1? Kalo dulu mungkin melihat gelar BA.IR kayanya bangga banget, padahal mah kalo masuk namanya di KK atau KTP tetep aja kaga dipake tuh gelar >_< wkwkw Maka tujuan dari belajarnya inilah yang harus jelas, untuk apa belajar? Kalau kata Abi aku, belajarlah untuk dapat dijadikan amal jariyah nantinya yaitu ilmu yang bermanfaat untuk orang lain dan dari dasar inilah akan aku mulai desain pembelajaranku. 

Nah, ternyata ketiga hal inilah yang harus diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan ingin melangkah kemana ke depannya. Walaupun sekarang bagi aku udah telat banget dan sempat salah jurusan saat kuliah, sekarang setelah mendapat ilmu dari IIP insyaAllah akan diperbaiki agar bisa diterapkan ke diri sendiri juga ke Tizami nantinya. Better late than never right? hehe 

Bismillahirrahmanirahiim… 

IZZATI’S LEARNING FRAMEWORK 

Landasan Pembelajaran

Berbekal dari NHW #1 mengenai Adab Menuntut Ilmu dan jurusan yang akan diambil di Universitas Kehidupan ini, maka insyaAllah aku akan tetap berada pada Jurusan Ilmu Husnuzhon yang menjadi dasar untuk dapat terus menjalani kehidupan ini dengan senantiasa meyakini bahwa appaun yang terjadi, everything that’s meant to be it will be. Maka dengan memilih jurusan ini, insyaAllah setiap langkah dalam menuntut ilmu berikutnya dapat dijalani. 

Lanjut kepada NHW #2 yaitu ketika dikenalkan mengenai menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga. Pada NHW ini, cukup dijelaskan bahwa peran sebagai seorang istri dan ibu tentunya tidak hanya dapat dijalani begitu saja, ada berbagai target yang harus dipenuhi pada diri dan peran sebagai seorang istri dan ibu itu sendiri. Maka checklist yang digunakan inilah yang menjadi indikatorku dalam belajar. Mulai dari belajar mengelola waktu hingga berkomitmen untuk terus melaksanakan list indikator tersebut satu per satu setiap hari. Jika hal ini dilakukan dengan konsisten, insyaAllah setiap hari akan produktif dan bermanfaat bagi keluargaku. Dengan begitu, aku menempa diri untuk bertanggung jawab terhadap apa yang aku tulis. 

Lalu melihat dari NHW #3 tentang Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, maka disinilah bermula aku mendapatkan semangat belajar yang berbeda. Dalam NHW ini, selain menyampaikan surat cinta untuk suami, diingatkan pula mengenai potensi yang ada dalam diri, yang ternyata aku sadari bahwa potensi inilah yang ternyata kembali lagi ke fitrahku sebagai seorang wanita yaitu menjadi seorang istri dan ibu. Aku sadari bahwa peran yang dilakukan saat ini merupakan potensi yang muncul saat berhadapan dengan kondisi yang ada, alhamdulillah nya bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan dan memiliki dampak yang positif, baik kepada pasangan dan anak maupun birrul walidain. Begitupula dalam lingkungan bermasyarakat semakin mengingatkan diri untuk senantiasa berhusnuzhon padaNya terhadap ketetapanNya. Alhamdulillah

Terakhir, sampai pada NHW #4 inilah aku menemukan kunci dari NHW yang telah dikerjakan sebelumnya yang pada dasarnya adalah dasar bagi diri ini untuk dapat Mendidik dengan Kekuatan Fitrah. Bagaikan sebuah resume yang merangkum semua materi yang ada, maka di NHW #4 inilah jawabannya yang menjadikan landasan desain pembelajaranku, yang bisa dilihat disini. 

Tujuan Pembelajaran 

Dari landasan pembelajaran tersebut, maka didapatkan tujuan pembelajaran yaitu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain agar tidak terputus amalannya saat meninggal dunia, yang berorientasi kepada hadits berikut: 

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Sedekah jariyah: Sekolah berbasis Islami dan Fitrah ‘Izzatul Quran insyaAllah 

Ilmu yang dimanfaatkan: Pendidikan S2 untuk nantinya diterapkan pada ‘Izzatul Quran 

Do’a anak yang Shaleh: Anak sebagai amanah dan investasi orangtuanya di akhirat 

Materi Pembelajaran 

Untuk materi pembelajaran yang digunakan adalah: 

  • Materi Pembelajaran selama mengikuti perkuliahan di Institut Ibu Profesional 
  • Buku Penunjang (Parenting, Keluarga, dll) 
  • Informasi melalui Browsing di Handphone
  • Hikmah dari setiap kejadian yang ada di hidup ini

Metode Pembelajaran 

Tidak ada cara yang dapat dilakukan dalam belajar ini selain IKHLAS MELAKUKANNYA. 

Yap, dalam hal ini aku harus meyakinkan diriku untuk melakukannya dengan IKHLAS. Karena pastinya proses pembelajaran ini tidak akan sebentar dan selalu membutuhkan semangat dan komitmen pada diri. Mungkin dulu masih dapat maju mundur karena memang belum ada orientasi yang jelas, namun karena sudah menemukan jawabannya maka tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukannya. 

Bismillah, dengan niat untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk keluarga dan masyarakat maka dengan metode komitmen menjalankan berbagai tahap inilah jawabannya. Karena tidak ada jalur instan dalam mendapatkan kesuksesan maka haruslah melalui berbagai tahapan kurikulum yang ada di NHW #4 ini dengan baik dan NHW #5 sebagai desain pembelajaran tersebut. Semoga saja Allah ridhoi dan istiqomahkan langkah ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin. 

Sekian desain pembelajaran saya untuk NHW #5 ini, mungkin cukup sampai disini garis besar framework tersebut karena sejatinya dalam proses inilah yang harus terus dilakukan dan dievaluasi. 

Terima kasih. 

Jebus, 11.08 pm

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: