Our Master Dream Plan – Introduction

Our Master Dream Plan – Introduction

Mimpi aku, kini menjadi mimpi kita yang akan diwujudkan bersama. πŸ™‚ 

Dalam pernikahan pastinya akan dibicarakan mengenai visi dan misi ke depannya, lalu tentu saja mimpi juga termasuk di dalamnya. Dari awal taaruf, aku sudah menjelaskan bahwa mimpi ku adalah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Alasannya mungkin sudah ku jelaskan dalam post sebelumnya di Pentingkah Melanjutkan S2?

Maka, alhamdulillah dengan masing-masing menyatakan visi misi ke depannya dan mimpi yang ingin dicapai, sampailah kami pada sebuah kesepakatan untuk mewujudkan mimpi bersama dalam melanjutkan pendidikan S2. Berhubung karena usia kami yang sama dengan jarak hanya 2 bulan maka peluang kami dalam melanjutkan pendidikan S2 pun sama. Namun, perbedaannya aku akan lebih fokus mencari beasiswa di bagian barat, sedangkan suami di timur. Kesepakatannya pun, siapa yang mendapatkan beasiswa duluan lah yang akan melanjutkan pendidikan terlebih dahulu dan yang lainnya ikut dulu, baru nanti melanjutkan. Sebuah kesepakatan yang menurutku cukup adil dengan kondisi kami yang sudah menikah.

Sama-sama lulus di tahun 2017 membuat kami menargetkan untuk apply beasiswa S2 di tahun 2018, seperti rencanaku sebelumnya yang ingin fokus mengajar di tahun 2017 dan 2018 baru apply untuk beasiswa dan berangkat tahun 2019 jika diterima, alhamdulillah sesuai dengan realita yang ada. Suami pun ikut mendukung dan kami berdua saling mencari peluang untuk mewujudkan mimpi kami ini. Alhamdulillah.

Pastinya yang namanya apply beasiswa akan bersaing dengan berbagai pendaftar di belahan bumi lainnya, maka dari itu kami berusaha sebaik mungkin menyiapkan berkas pendaftaran, mulai dari perpanjangan paspor, terjemahan dokumen dan pengisian berkas yang teliti dalam mendaftar setiap beasiswa.

Dalam hal ini, aku membagikan cerita mewujudkan mimpi melanjutkan S2 ini bukan sebagai tolak ukur diterima nya sebuah aplikasi atau tidak, karena aku menulis inipun belum tentu diterima. Maka cerita ini ditulis pun sebagai sebuah pengalaman dan ingatan kami dalam memperjuangkan mimpi kami yang mungkin nantinya bisa menjadi gambaran bagi kalian juga nantinya jika ingin apply beasiswa. So, ini hanya sebagai gambaran yah bagaimana kami dalam berikhtiar mewujudkan mimpi kami. Diterima nya atau tidak, itu nanti mungkin akan di post setelah pengumuman, yang apapun hasilnya, kami sudah meminta yang terbaik, insyaAllah.

Jadi, bagaimana? Menikah atau S2?

Aku sih menikah baru S2. Hehe >////<

Walaupun dengan kondisi yang menantikan kehadiran buah hati tidak meredup semangat kami untuk mewujudkan mimpi ini. Everything that’s meant to be it will be. Semoga aja ini rezeki kami dan bayi kami nanti. Apapun hasilnya, pastinya akan ada rencana lain yang lebih baik yang akan kami jalani. Jika tidak tahun ini, maka tahun depan, insyaAllah jika memang yang terbaik. πŸ™‚

Stay tune ya untuk membaca lebih lanjut ikhtiar kami dalam melanjutkan S2 akan diceritakan secara rinci untuk setiap beasiswa yang di apply. Semoga bermanfaat πŸ™‚

 

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: