Our Master Dream Plan – Turkiye Burslari Scholarship

Our Master Dream Plan – Turkiye Burslari  Scholarship

Gagal lolos beasiswa New Zealand, tidak memberhentikanku untuk tetap apply ke beasiswa lainnya, salah satunya Turkiye Burslari Scholarship (TBS) atau biasa disebut beasiswa YTB yang disediakan oleh pemerintah Turki. 

Turki menjadi destinasi beasiswa selanjutnya yang aku daftar. Pembukaan pendaftarannya pun untuk program Master dimulai dari 5 Februari 2017 – 5 Maret 2017. Waktu sebulan yang cukup menguras pikiran dan waktu untuk melengkapi pendaftarannya, jadi jangan sampai lengah dalam proses pendaftarannya.

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencari tahu sebanyak-banyaknya mengenai beasiswa ini. Berkas apa saja yang perlu dipersiapkan, lalu kualifikasi apa yang dibutuhkan, list kampus yang diminati sampai apa alasan kamu ingin melanjutkan pendidikan di Turki. Semua hal itu bisa kamu temukan dengan rajin-rajin surfing Google dengan membaca blog pengalaman orang lain ataupun gabung dengan grup facebook para pelamar TBS lainnya untuk info terupdate nya.

Lalu, setelah mengetahui berbagai info yang ada, maka cobalah untuk daftar ke website TBS yang nantinya akan dibuka sesuai dengan jadwal pendaftarannya. Sebelumnya perhatikan juga ya, kapan waktu pendaftarannya, karena berbeda untuk masing-masing negara dan jenjangnya. Biasanya pendaftaran S2 nya yang didahulukan baru S1 nya. So, perhatikan jadwalnya dulu yah!

Jadwal sudah tau, maka mulailah masuk ke website nya untuk mendaftarkan diri. Daftar ke website resminya di https://www.turkiyeburslari.gov.tr/en/english-home/ nantinya pilih register untuk mendaftarkan akun baru. Setelah mendaftar, maka mulailah mengisi form yang diberikan dengan teliti. Karena lumayan banyak, maka disini aku kasih petunjuknya yang aku dapet dari grup fb, langsung aja download manual book nya disini. Di manual book itu sudah tertulis lengkap bagaimana cara mengisi formulir nya satu per satu, jadi untuk pendaftaran di web nya insyaAllah sudah jelas ya?

Untuk informasi, jurusan yang dapat dipilih di TBS ini bersifat linier. Sehingga ketika kamu memasukkan informasi kuliah kamu jurusan Hubungan Internasional, maka pilihan kampus dan jurusan yang disediakan tidak jauh dari jurusan kamu sebelumnya. Disini, kamu bisa memilih sampai 10 kampus dan jurusan di Turki, namun perhatikan bahasa pengantar dan syarat khusus dari setiap jurusan dan kampusnya, karena walaupun kita nantinya ada kelas persiapan bahasa sebelumnya, tak ada salahnya kita kuliah dengan pengantar bahasa Inggris agar bahasa Turki yang dipelajari dapat digunakan dalam interaksi sehari-hari.

Dalam mendaftar beasiswa Turki ini banyak hal yang terjadi, mulai dari meminta rekomendasi dosen yang lumayan lama responnya karena via email, lalu surat keterangan kerja dari kantor, lalu yang terpenting Letter of Intent yang menjadi sumber utama dari penilaian beasiswa ini. Karena jurusannya harus linier, yang awalnya aku ingin melanjutkan studi ke jurusan pendidikan, maka jadilah mengambil Hubungan Internasional kembali. Suami pun sebelumnya ingin mendaftar, namun mengetahui jurusan linier tersebut membuatnya urung sehingga hanya aku yang mendaftar. Hal ini dikarenakan linier untuk jurusan Bahasa Arab yang ia pelajari sebelumnya harus berlanjut ke Filsafat ataupun ke Bahasa dan Sastra Turki, yang menurutnya sudah cukup meribetkan. Pada dasarnya juga Turki bukanlah negara Arab yang menggunakan bahasa Arab sehingga Bahasa Turki lah yang dipakai dan dipelajari.

Letter of Intent beasiswa Turki tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Kenapa berbeda? Karena LOI nya fokus kepada riset kita ke depannya, jadi seperti sebuah draft thesis yang akan kita ajukan ke dosen. Berikut poin yang ditanyakan:

1 – Title of Study (Please state the title of your study in a brief and concise manner, as the title of a thesis or an article.) (Maximum 30 words)

2 – The Analysis of the Issue (Please state the subject which you will deal with in your study and your theory.) (Minimum 75, maximum 300 words)

3 – Research Method (Please provide details concerning the methods of research you are planning to use in this study. For example, in depth interviews, observations, surveys, trials, etc.) (Minimum 75, maximum 300 words)

4 – The General Structure of the Study (Please state the main headings of the study.) (Minimum 75, maximum 300 words)

5 – The Academic Contribution of the Study (Please explain what type of contribution this study will make to the Field in the academic sense.) (Minimum 75, maximum 300 words)

6 – Literature Review (Please state the principal academic resources which have been written in the field of this study and which you will utilise.) (Minimum 75, maximum 300 words)

If there are any areas which you do not consider to be sufficiently clear, or which you believe need to be clarified, or any points you wish to draw the attention of the assessment committee, please describe these briefly, in this section.

Lumanyun kan? 😛 Maka sebenarnya dalam menulis LOI ini hendaklah jauh-jauh hari dan diskusikan secara matang kepada dosen ataupun pembimbing yang kamu percaya. Well, karena baru tau kalo LOI pertanyaannya seperti ini dengan waktu pendaftaran yang mepet (karena LOI baru akan muncul setelah semua berkas sudah di submit) maka aku mengisi LOI seadanya dengan pengetahuan dari skripsi aku sebelumnya mengenai cyber security yang ternyata menjadi sebuah problematika juga di Turki.

Jadilah sebuah draft thesis yang seadanya yang menurutku hal inilah yang menjadi tolak ukur diterimanya awardee. So, dari sini kalian sudah bisa mencium hasilnya kan? Hehe

Alhamdulillah, setelah selesai submit aplikasi pada tanggal 26 Maret 2017 (seminggu sebelum deadline) Bismillah, aplikasi pun aku submit dengan meminta harapan yang terbaik.

Lalu setelah hampir 2 bulan menunggu, pada awal Mei dapet notif di grup fb bahwa pengumuman seleksi berkas sudah diumumkan melalui email dan web.  Saat itu aku belum mendapatkan pengumumannya, karena ternyata jika lolos, maka harus mengikuti sesi wawancara di Jakarta pada tanggal 17 nya di Jakarta yang dimana waktu itu sudah mulai puasa dan tidak memungkinkan bagiku jika lolos untuk berangkat.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pada tanggal 16 Mei aku mendapatkan email bahwa aplikasiku tidak lolos ke tahap selanjutnya. Well, udah berekspektasi sih kalau tidak lolos karena pastinya kondisiku yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, begitupun dengan jurusan yang sebenarnya bukan keinginanku. Alhamdulillah ‘ala kulli hal semua pasti ada hikmahnya 🙂 dan aku yakin Allah pun tahu akan keraguan ku dan mengabulkan doaku untuk ‘memenuhi mimpi ku yang lain’ insyaAllah.

Walaupun gagal ‘lagi’ hal ini tidak membuatku mundur untuk mencoba daftar beasiswa lagi, karena dengan mendaftar beasiswa dan gagal, lalu menceritakannya kembali seperti sebuah refleksi akan kesalahan yang telah kita perbuat dan poin penting yang harus dipelajari kembali agar sesuai dengan kriteria yang pemberi beasiswa inginkan.

So, better to try and fail than never try and wondering how it will be. Because life is full of trial and errors and those who try will always learn something new.

Jadi, jangan takut dan pesimis para pencari beasiswa! Karena kita yakin, Allah paling tau apa yang terbaik untuk kita dan kapan saatnya. Jadi, teruslah menjemput takdirNya sampai akhirnya ia tempatkan kita di tempat yang sesuai.
“Everything that’s meant to be it will be.” 

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: