Syukuran ke Korea – Day 4

Syukuran ke Korea – Day 4

Hari ke 4 di Korea kitapun akhirnya pindah ke destinasi lain untuk menjelajah belahan Seoul lainnya! Dengan bantuan dari Airbnb kitapun mendapatkan apartemen yg nyaman untuk tinggal di Yongsan-gu! Eits, tapi sebelumnya kita telah melewati berbagai hal seru loh! Apa aja sih? 

Setelah kemarinnya tepar karena melewati hari yg penuh dengan perjalanan berlika liku ke Nami Island dan Petite France, pagi2 kitapun langsung menyiapkan sarapan nasi putih instan dengan Indomie rebus Ayam Bawang yg kita bawa dari Indonesia. Untuk hal memasak, Syifalah jagonya. Akupun cukup menikmati dan mengurus cucian baju dan piring. Wkwk

Matahari pagi di Jongno-gu pun semakin meninggi dan kita putuskan untuk beres2 buat pindahan jam 9 ini. Sebelumnya, sang pemilik rumah, Eunju mengabarkan bahwa tamu setelah kita akan datang dan kita harus segera check out sebelum Eunju keluar juga. Setelah sarapan pagi kitapun langsung beberes dan menyiapkan segala hal untuk pindah.

Karena waktu check in di tempat kita selanjutnya adalah pukul 2 siang, akhirnya kita memutuskan untuk berjalan2 di sekitar Gwanghwamun dan ke K-Style Hub untuk meminta stamp yg jika dari Jongno-gu masih dekat jaraknya. Ketika ingin berangkat, kita sempatkan untuk foto perpisahan dengan Eunju dan menitipkan barang2 kita terlebih dahulu di tempatnya Eunju agar nanti jika sudah waktunya akan kita ambil dan bawa pergi.

Udara pagi Korea masih menusuk tulang dan kitapun mulai berjalan menuju Gwanghwamun. Disana kita melakukan misi untuk foto titipan tulisan salam di depan patung King Sejong. Saat kesana kitapun sempatkan untuk melihat stand peringatan tenggelamnya Kapal Sewol yg memang cukup banyak korban yg meninggal dalam kejadian itu. Di sampingnya  ada keramaian yg terdengar, kita kira ada siapa gitu ya soalnya ada wartawan juga, ternyata terdapat beberapa orang yg sedang berdemo kepada Presiden Korea Selatan dan memang pada hari ini aksi demo kepada Presiden Korea Selatan akan diadakan lagi.

Setelah foto dan berkeliling Gwanghwamun, kitapun berjalan kembali menuju K-Style Hub untuk melihat Cheonggyechon Stream yg berada di depan K Style Hub secara jelas di pagi hari dan meminta stamp. Saat memasuki K-Style Hub yg merupakan tempat informasi para turis, kitapun langsung naik menuju lantai 2 dimana ternyata disana kita disambut dengan layar besar berisi gambar2 landscape di Korea. Ketika menuju ke dalam, kitapun melihat studio tempat berkumpulnya artis YG, yg di depannya terdapat standing poster Song Joongki.

Wah sebagai YG stand langsung masuk dah tuh ke studio nya, disana ada standing figurenya Big Bang jaman baheula yg kalo dibandingin mah tinggi2 amat, sempetin deh tuh foto sama mereka semua. Terus foto sama GD di layar hologram yg kerasa nyata banget, terus ngetok pintu yg bakal muncul personil Big Bang nya, sampe ada foto box bareng artis YG lainnya, kaya Big Bang, 2NE1, PSY dan lainnya yg rasanya nyata banget. Haha Karena masih pagi dan masih sepi, kitapun foto dengan puas di studio tersebut.

Abis dari studio dan menempelkan stamp di tempat yg sesuai, kita lanjut mengeksplor Korea dengan menggunakan Samsung VR 360o yg menampilkan berbagai tempat di Korea yg bisa kita eksplor secara nyata. Karena ternyata tempatnya mulai ramai, kitapun akhirnya memutuskan untuk balik dari sana. Oh ya! Di K-Style Hub ada Musholla juga loh, jadi kalo mau nyari tempat sholat bisa disini. Selain di lantai 2, di lantai 3 juga kita bisa liat gimana sejarah makanan Korea yang lengkap banget, mulai dari bumbu dan hasil alam yang dihasilkan. Di lantai 3 pun kita bisa mencicipi makanan Korea yang sayangnya pas kemaren kita ga sempet kesana dan lantai 5 pun sedang ditutup padahal bisa nyobain hanbok disana.

Stamp pun sudah terisi, kitapun menyusuri jalan menuju Gyeongbokgung lagi. Rencananya kita mau ke Namsan Hanok Village. Ketika kita menyusuri jalan, terlihat ad

Korea_170327_0184
Buggopang Asli Korea

a ajumma yg sedang memasak buggopang. Wah, perut belum terisi dan makan buggopang kayanya enak deh, yaudah deh tuh nanya dulu isinya coklat apa bukan, so
alnya ga begitu suka kacang merah dan beli deh tuh 1000 won dapet 3. Masih hangat dan fresh, ternyata rasanya tidak begitu manis dan ketika menunggu saatnya memakan isi buggopang yg kebayangnya coklat, eh ternyata pas digigit filling kacang merah lah yg muncul. Nyeh, jadi kecewa kan tuh makan buggopang kacang merah, namun karena udah terlanjur dimakan, dihabiskanlah buggopang kacang merah tersebut. Tapi emang pada dasarnya semua buggopang itu kacang merah sih, jadi jangan harap isinya coklat yah :”)

Seiring perjalanan, aku teringat bahwa kita belum mengunjungi National Museum of Korea Contemporary History yg letaknya ga jauh dari Gyeongbokgung. Kitapun melipir sebentar ke Museum yg ternyata dalemnya gede banget. Terdiri dari 4 lantai, Museum ini ternyata memberikan penjelasan akan sejarah Korea dalam beberapa periode yg berbeda di setiap lantai.

National Museum of Korean Contemporary History
National Museum of Korean Contemporary History

Biaya masuk museumnya gratis, dan saat kita kesini pun pengunjungnya cukup ramai dimana ada kelompok murid TK dan SD yg mungkin sedang study tour. Ketika memasuki lantai pertama, maka terlihat sejarah awal terbentuknya Korea, dimulai dari zaman kerajaan dan bekas jajahan Jepang. Di lantai pertama ini, dijelaskan mulai dari tahun 1876 – 1945.

Di lantai kedua pun menceritakan ketika Korea mulai menjadi sebuah negara dan dipisahkan menjadi Korea Selatan dan Utara, dimana terlihat berbagai macam dokumentasi peperangan dan berita mengenai terpisahnya Korea. Di lantai ini juga dijelaskan bagaimana revolusi Korea Selatan yg dilakukan oleh para pelajar yg kalo kalian nonton Reply 1988 pasti tau ceritanya yg tentang Kakaknya Deoksun. Dalam lantai ini, menjelaskan Korea di perkembangannya dari tahun 1945 – 1960.

Berlanjut di lantai 3 dimana menjelaskan hubungan Korea Selatan dan tergabungnya ia di organisasi internasional. Disini jelas bahwa Korea Selatan memiliki keinginan besar untuk dapat bangkit dan mandiri walaupun terpisah. Terbukti dari berbagai penemuan dan inovasi dari Korea yang kini sudah tersebar di berbagai penjuru dunia. Sebuah kebangkitan dari negara yang sebelumnya terpuruk kan? Hal ini dijelaskan dalam periode selama tahun 1961 – 1987.

Di lantai 4, diberikan penjelasan mengenai perkembangan Korea Selatan dalam mendapatkan pengakuan dari dunia. Dengan melakukan berbagai hubungan bilateral dan multilateral serta mengikuti kegiatan internasional seperti menjadi host untuk Winter Olympics in Pyeongchang di tahun 2018 nanti. Di lantai ini juga dijelaskan bagaimana awalnya industri musik, perfilm an, bahkan bagaimana kondisi rumah orang Korea sebelumnya. Korea Selatan pun memperhatikan sekali globalisasi, sehingga di lantai ini pun ditampakkan pernikahan dan banyaknya imigran yang berada di Korea Selatan yang dijelaskan dalam rentang waktu 1987 sampai kini.

Ketika kita ingin turun pun, disediakan tangga yg di dinding2nya terdapat timeline yg berisi berbagai pahlawan dalam artian yg menyelematkan orang lain dalam beberapa musibah. Seperti musibah kebakaran, kecelakaan pesawat dan berbagai musibah yg lainnya, yg masyaAllah betapa besar perjuangan dan penghargaan yg diberikan kepada para pahlawan tersebut. Tapi sayang nya kita ga sempet foto dindingnya 🙁

Setelah puas berkeliling di dalam museum, kamipun keluar, ketika ingin keluarpun, terdapat layar besar berisi lampu kertas yg diterbangkan, ternyata disana kita bisa foto dan menempelkannya di lampu kertas tersebut dan bisa dicetak sebagai souvenir. Jangan sampai kelewatan dong ini, yaudah deh tuh kita foto. Cekrek! Hehe

Berlanjut dari museum, langkah kaki ini pun menuju Gyeongbokgung, rencana awal mau ke Namsangol Hanok Village, yg awalnya aku bilang kalo gamau kesana karena udah capek banget jalan2, bisa ke Tongin Market aja. Eh ternyata disini kita ada miscom, si Syifa ngira aku mau kesana banget, dan ternyata pas kita udah hampir keliling Gyeongbokgung, yg emang cukup jauh ketika kita mengelilinginya, pas kita sampe di Korean Folk Museum, Syifa baru nanyain jadi mau kemana ini kita? Ya aku bilang mau balik, dan ternyata kita jalan di jalur yg menjauhi tempat kita. Well, tanpa disadari ga begitu jauh dari National Folklore Museum itu adalah Namsangol Hanok Village. Tapi karena energi yg sudah terkuras, kitapun batal kesana karena melihat kondisi jalan yg menanjak. Wkwk

Berjalan menyusuri Gyeongbokgung Palace lagi, ternyata baru kita sadari kalo kita memasuki area rumah kepresidenan atau Blue House nya Presiden Korea yang disebut dengan Cheong Wa Dae. Pantes aja pas kita lihat banyak banget polisi yg berjaga yg kita juga bingung mau ada apa. Ternyata setelah diteliti kembali, polisi berjaga untuk mengamankan presiden akan demo yg dilakukan hari ini. Pas kita lihat pun ternyata banyak sniper yg berjaga dan itu bener2 kaya di drama city hunter gitu. Haha karena kita ga boleh foto2 di sekitar situ, jadilah ini kita fotoin aja blue house nya. Wkwk

The Blue House Korea
The Blue House Korea

Di perjalananpun akhirnya kita mutusin buat mampir ke Tongin Market. Saat menuju kesana, tiba2 kita diberhentiin sama polisi wanita yg nanyain kita mau kemana, ya kita jawab aja mau ke Tongin Market, mungkin mereka ngira sebelumnya kalo kita mau ikut demo kali. Haha. Tak terasa kitapun akhirnya sampai di Tongin Market. Yeay!

Excited banget buat ke traditional market nya Korea karena pasti banyak banget snack dan makanan yg bisa kita coba disini. Ternyata ketika kita menyusuru market, orang2 pada bawa tempat dosirak dan bayar pake coin. Ternyata setelah aku nanya, kalo disini belanjanya pake coin dan harus ngisi dosirak tersebut dengan makanan yg tersedia. Yaudah deh tuh langsung kita hajar melewati kumpulan orang2 dan menukar uang kita dengan coin. Harga satu dosirak itu 5000 won yg ditukar dengan 10 koin. Okesip deh, perjalanan mencari makan pun dimulai!

Banyak banget pilihan makanan yg bisa dipilih disini, dan rata2 yg available dibayar pake koin itu ya makanan untuk dosirak kaya bihun, udang goreng, tteokboki, odeng dan lainnya yg tetep aja harus hati2 karena bisa aja ada unsur babinya. Nah ini beberapa pilihan menu yg bisa jadi referensi kalo mampir ke Tongin Market. Hehe

Setelah puas keliling Tongin Market dan kembali lagi ke tempatnya Eunju, akhirnya kitapun bersiap untuk pindah ke Yongsan-gu. Dengan menggunakan taksi dan bahasa yang seadanya, kitapun sampai di Yongsan-gu yang ternyata ga begitu jauh dari Jongno-gu. Ternyata sepanjang jalan sudah ramai para massa yang berkumpul untuk melakukan aksi yang alhamdulillah nya kita ga jadi naik kereta, mau gimana bawa-bawa koper naik kereta di antara kerumunan serame itu? Ckck

Ketika sampai di Yongsan-gu dan beristirahat sebentar, akupun mengajak Mutsla untuk bertemu karena ternyata Nathan mengalami gangguan dan ga bisa dipake karena masalah keychain login yang tiba-tiba terjadi yang mungkin nanti bakal aku bahas gimana cara ngatasinnya. Yaudah deh tuh, sambil istirahat dan nungguin si Mutsla, kitapun menikmati Private Studio Apartment by Seoul Station nya Seiwook yang kita dapetin dari Airbnb juga. Tempatnya enak banget dan recommended banget buat kalian yang nanti ke Korea dan mau ke daerah yang strategis dengan pusat kota, karena dekat dengan Seoul Station dan Namdaemun Market. Lokasinya pun sunyi dan nyaman banget untuk jjs. Hehe

Akhirnya Mutsla pun datang! Jadilah kita keluar untuk berjalan ke Itaewon yang sebenernya penasaran banget kesana dan kepengen makan BBQ halal. Singkat cerita, setelah melalui perjalanan ke Itaewon yang ternyata ‘semakin malam semakin ramai’, kamipun sampai ke restoran orang Arab yang menawarkan BBQ daging yang ternyata hanya dibakar biasa dan bukan kita yang bakar, padahal udah masuk tuh kesana dan duduk, eh tiba-tiba pas tau kaya gitu, langsung deh, bilang ke waitress nya kalo kita gajadi. Malu sih… tapi ya mau gimana lagi wong ga mau makan itu. Haha Kalo untuk hal ini jangan diikutin ya gengs. Kitapun berpindah ke restoran sebelahnya yang ternyata punya orang Indonesia, nama restorannya, Siti Sarah yang sebelumnya kita takjub banget di antara lagu-lagu gelap malamnya Itaewon, muncul sayup-sayup murottal Al-Quran nan indah yang terlantun dari tempat ini yang jujur, kangen banget!

Tanpa basa-basi pun kita masuk kesana, pas liat di depan ada menu samgyetang tuh yang dari awal aku kepengen banget nyobain samgyetang asli di Korea, tapi ternyata aku belum beruntung, bukannya dapet sop ayam gingseng, dapetnya ayam bakar yang porsinya setengah ekor ayam. Wow!

Setelah makan malam dengan kenyang di Siti Sarah dan menikmati malam di Itaewon, yang diramaikan oleh para mahasiswa yang rata-rata orang asing. Ga heran sih yah, selain karena daerah yang multikultural banget di Itaewon, segala hal seperti market, restaurant, dan pub ada semua di Itaewon. Terlebih lagi, pas kita kesana lagi malam perayaan St. Patrick yang dibanjiri oleh orang-orang yang mengenakan pakaian serba hijau. Akhirnya kitapun pulang kembali ke Yongsan-gu dan beristirahat setelah perjalanan yang cukup panjang. Hehe

Alhamdulillah, Syukuran ke Korea – Day 4, done.

Estimasi pengeluaran:

Makan di Tongin Market: 5,000 won

Makan di Itaewon: 11,000 won

Total: 16,000 won = 187,520 rupiah (kurs 11.8)

0 thoughts on “Syukuran ke Korea – Day 4

  1. Thank you for sharing your k-trip story, thibiya ^^ I hope that you’ll share another awesome story. Well, I can imagine hows your face when you disappointed with the red bean buggopang yuck >.< wkwkkwkwkwk.. its been a long time (around 3 months?!) i miss you alredeh, mate! :")

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: