Tes IELTS tanpa Kursus 101 

Tes IELTS tanpa Kursus 101 

Sebenarnya ketakutan terbesar adalah dari diri sendiri karena kurangnya keyakinan

Jadi, untuk post an kali ini sebenernya aku ingin menceritakan tentang ketakutan ku untuk menghadapi tes ielts, terutama tes ielts tanpa kursus, yang alhamdulillah nya hasilnya melampaui ekspektasi, yaitu 7.0! Nilai yang lumayan untuk yang pertama kali tes IELTS tanpa kursus. Alhamdulillah~~

Awalnya persiapan tes ielts udah pernah aku lakukan di tahun 2013. Waktu itu di Pare, nama tempat kursus nya adalah TEST English School PARE. Buat yg mau kursus TOEFL, IELTS ataupun speaking bisa disini tempatnya, aku rekomen banget karena dari segi pembelajaran dan gurunya pun kompeten sekali. Di TEST pun aku melakukan persiapan IELTS karena waktu dulu rencananya mau melanjutkan studi ke Malaysia (walaupun gajadi wkwk), dengan durasi satu bulan untuk kursus IELTS secara intensif. 

Berbekal dari pengalaman dan ingatan dari kursus IELTS di Pare, maka pada tahun 2017 inilah aku mulai memberanikan diri untuk mengambil tes ielts. Ditambah juga dengan pengalaman berbahasa inggris semenjak kuliah, jadi ya bismillah lah, gausah kursus dan nyiapin buat tes IELTS sendiri. 

Langkah-langkah apa sajakah yang harus dilakukan untuk mendapatkan nilai IELTS yang cukup? Cekidot!

1) Persiapkan dengan benar niat kamu untuk melakukan tes IELTS  

Pertama, kamu mau ambil tes IELTS untuk apa kah? Sekedar menguji kemampuan kah? Untuk melanjutkan studi kah? Atau ada hal lain yang mensyaratkan nilai IELTS? Apapun alasannya, harus jelas biar target kamu untuk mendapatkan nilai IELTS pun maksimal. Terutama, untuk sekali tes IELTS biaya yang dikeluarkan lumayan, waktu aku aja, di IALF Plaza Kuningan kena Rp. 2.850.000, beda tipis dengan biaya tes IELTS yang di British Council dan IDP. Waktu itu pilih IALF karena waktu nya pas dan tes speaking nya dilakukan pada hari yang sama.

Karena biaya IELTS yang cukup mahal inilah jangan sampai niat kamu untuk melakukan tes IELTS setengah-setengah. Bikin juga target band yang tinggi sehingga kita punya acuan untuk mendapatkannya dan hasilnya pun tidak akan terlalu jauh.

2) Siapkan rencana belajar yang jelas dan kontinyu 

Setelah memiliki niat yang benar untuk tes IELTS, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan timeline belajar IELTS kamu. Aku sendiri pas kemarin daftar tes IELTS dengan waktu tes nya memiliki jarak waktu 1 bulan. Sehingga persiapan tes IELTS ku hanya 1 bulan dan mungkin bisa kurang. Nah, dengan jangka waktu yang ada, rencanakan dengan jelas pembagian waktu untuk masing2 bagian tes IELTS, seperti Listening, Reading, Writing dan Speaking.

Kalo bisa porsikan lebih banyak untuk bagian tes yang kira-kira kamu masih belum begitu menguasainya. Aku saranin untuk latihan IELTS sisakan waktu sekitar 4 jam setiap hari. 2 jam di pagi hari untuk listening dan reading dan 2 jam di sore hari untuk writing dan speaking. Untuk susunannya terserah kamu senyamannya bagaimana, karena aku pribadi lebih suka berurutan biar ga bingung nanti pas tes. Hehe Untuk rencana belajar ini harus konsisten ya, biar lebih terlatih dan jangan lupa dicatat untuk hasil progresnya untuk di evaluasi.

3) Latihan, Latihan, Latihan 

Karena waktu yang mepet, hanya sebulan untuk mempersiapkan tes IELTS maka ga ada waktu lagi buat saran yang bilang “untuk listening dengerin lagu bahasa Inggris” atau “untuk reading baca teks yang panjang dari koran atau buku” dan begitupula tips lainnya dari buku yang disarankan. Dalam waktu singkat ini, yang harus kamu lakukan adalah latihan, latihan dan latihan.

Untuk latihan buku yang aku gunakan adalah Prepare for IELTS: Academic Practice Tests dari University Technology Sydney yang bisa dibeli di Gramedia, dan IELTS KILLER dari Inspira book yang bisa dibeli online. Kedua buku ini cukup lengkap dengan tips dan saran serta latihan soal yang bisa dipakai untuk latihan IELTS. Masing-masing buku memiliki CD yang digunakan untuk listening. Untuk IELTS Killer sendiri memiliki CD yang berisi video tips untuk IELTS dalam setiap bagian.

Untuk latihan soal pun aku sarankan untuk menggunakan kertas ujian IELTS yang sebenarnya untuk memberikan feel yang nyata akan tes IELTS. Contoh lembar jawaban listening IELTS bisa didownload disini , untuk yang reading disini , dan yang writing disini. Print dan copy sebanyak yang kamu butuhkan untuk latihan. Gunakan juga timer untuk mengukur waktumu saat mengerjakan setiap bagian. Kalo perlu latihan sampe kamu enek atau sampe suara speakernya saat listening bisa kebayang tanpa sengaja biar lebih mantap dan melekat. Reading pun seperti itu, bacalah teks yang ada di soal dan ukurlah kemampuan dan kecepatan kamu dalam membaca dan menjawab soal.

 

4) Nonton Video IELTS 

Ketika kita belajar sendiri untuk tes IELTS kekurangannya adalah kita tidak memiliki mentor ataupun guru yang dapat memberikan tips ataupun gambaran yang jelas mengenai tes IELTS yang sebenarnya. Maka untuk menggantikan sosok guru ini, solusinya adalah dengan menonton video yang banyak disediakan oleh trainer IELTS di YouTube. Saran video ini sebenarnya aku dapatkan dari Alfina, teman seperjuangan Inggris ku yang kami sama-sama berjuang untuk tes IELTS. Saran chanel YouTube yang ia sarankan adalah Learn with Emma dan IELTSLiz. Kedua channel YouTube ini cukup memberikan gambaran dan tips yang jelas mengenai tes IELTS. Aku sarankan untuk tahu IELTS yang lebih lengkap maka jelajahilah Website nya Liz di ieltsliz.com karena disana selain memberikan tips untuk mengerjakan IELTS terdapat latihan dan contoh-contoh soal yang lengkap untuk diapakai latihan.

Aku juga saranin banget untuk mampir ke website nya Liz untuk latihan writing, terutama writing task 1 karena ia memberikan contoh writing untuk setiap contoh soal yang ada, baik itu ketika harus menjelaskan bagan, tabel, grafik dan yang lainnya. Untuk speaking juga bisa di website nya Liz karena ia menyediakan berbagai topik dan contoh jawaban yang dapat digunakan untuk latihan speaking. Pokoknya lengkap deh!

Nah ini tips khusus untuk mereka yang kepepet waktu untuk latihan IELTS, waktu itu karena sedang frustasinya aku bisakah aku untuk tes IELTS dan mendapatkan nilai yang maksimal dalam waktu singkat, akhirnya aku cari tuh di YouTube, “IELTS practice for less than a month” dan ternyata beneran ada, yang justru dia cuma punya waktu seminggu persiapan. Daebak! Jadi sebenarnya untuk hal ekstrim kaya gini kamu ga sendiri kok, banyak orang diluar sana yang melakukan kenekatan yang sama. Hehe

5) Ask a Friend to Help 

Ketika udah biasa latihan listening dan reading sendiri, karena memang untuk bagian ini kamu cukup fokus latihan sendiri, berbeda dengan writing dan speaking. Untuk writing dan speaking kamu membutuhkan orang untuk membantu menilai latihanmu. Jujur, bagian tersulit dalam IELTS menurutku adalah writing, karena walaupun pas kuliah sering banget nulis essay ataupun bikin review pake bahasa Inggris, tapi ketika IELTS disuruh jelasin bagan dan mendiskusikan topik dengan kriteria yang ada, entah kenapa jadi blank. Wkwk Karena writing saat tes IELTS ini membutuhkan kemampuan manajemen waktu dan perencanaan tulisan yang matang dalam waktu singkat. Maka solusi untuk menghadapi hal ini ya cuma satu, be familiar with it dengan latihan dan mencoba nulis berbagai hal dengan topik yang berbeda.

Begitupula dengan speaking, karena saat tes IELTS topik speaking akan ditanyakan on the spot maka mau gamau kita harus nyiapin berbagai topik yang ada dan latihan. Lagi-lagi latihan, ga bosen apa? Ya gimana, emang itu caranya hehe

Untuk writing task 1, kita harus menulis sebanyak 150 kata dengan waktu 20 menit. Karena durasi waktu tes writing adalah 60 menit untuk writing task 1 dan 2. Jadi 20 menit untuk task 1, dan 40 menit task 2. Dalam 20 menit task 1 ini, usahakan untuk menyisakan di awal waktu 5 menit untuk merencanakan kerangka tulisan kamu. Karena task 1 membutuhkan kemampuan analisa kita dalam melihat sebuah bagan atau informasi. Lalu untuk writing task 2 dibutuhkan juga 5 menit untuk menentukan bagian apa saja yang harus dibahas karena di bagian kedua ini membutuhkan lebih banyak elaborasi dan contoh nyata dalam kehidupan mengenai topik yang diberikan. Poin penting untuk writing test ini adalah untuk membaca soal dengan jelas dan benar. Nah, ketika sudah selesai, maka mintalah teman mu itu untuk mengoreksi. Pilihlah teman yang jago ya bahasa Inggris sama grammar nya sehingga dia bisa mengoreksi dengan baik.

Lalu untuk speaking, cobalah untuk melihat contoh topik dan pertanyaan yang disediakan oleh buku. Rata-rata soal speaking yang diberikan tidak begitu jauh dengan contoh yang diberikan di buku ataupun di website, yang terpenting adalah bagaimana cara kita merespon dan menjawabnya dengan waktu yang disediakan. Perlu diketahui bahwa speaking test ini ada 3 bagian yang masing-masing bagian memiliki durasi waktu sendiri. Bagian pertama biasanya lebih ke introduction dan pertanyaan seputar kamu yang akan ditanyakan oleh examiner, lalu bagian kedua kamu harus mengatakan sesuatu sesuai dengan soal yang diberikan, dimana kamu harus mencakup poin-poin yang ada, dan terakhir adalah pertanyaan berlanjut mengenai topik yang tadi namun lebih dalam dan menuntut kamu untuk berpendapat. So, this part is the most twisting part if you didn’t have enough preparation. 😅

Untuk bagian ini, mintalah temanmu untuk menjadi examiner dan melakukan apa yang examiner harus lakukan, sehingga kamu bisa membayangkan dan mempersiapkan diri untuk tes speaking ini.

6) Usaha sudah, berdoalah!

Usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu boong.

Jadi, setelah berusaha dan latihan sebaik mungkin maka hal terakhir yang harus dilakukan adalah berdoa. Berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan dalam mengerjakan tes. Ketika menjelang hari tes pun, satu hari sebelum tes usahakan untuk rileks dan mendapatkan istirahat yang cukup. Terutama jika ternyata tempat tes IELTS mu jauh dari rumah dan membutuhkan waktu dan perjalanan yang cukup. Rata-rata untuk tes IELTS diharuskan datang pada pukul 07.30 pagi, sehingga jika berada di Jabodetabek, estimasi waktunya harus 1 jam sebelum untuk mengurangi kemungkinan telat dan macet ataupun adanya komo di tengah jalan *abaikan. Wkwk So, intinya harus tenangin diri dan siapkan diri se fit dan sebaik mungkin untuk tes IELTS keesokan harinya. Senantiasa berdoa juga sepanjang jalan sampai masuk ruang tes untuk diberikan ketenangan dan kejernihan dalam berfikir sehingga apa yang udah dipelajari ga nguap gitu aja. Bismillah, everything that’s meant to be it will be dan usaha ga akan mengkhianati hasil ko insyaAllah.

Well, sekian pengalaman belajar ku untuk tes IETS tanpa kursus, nanti akan aku ceritakan tentang bagaimana persiapanku ini dengan kenyataan pada saat hari tes. Stay tune!

0 thoughts on “Tes IELTS tanpa Kursus 101 

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: