Throwback Tumblr – Pesantren Tahfidz Ramadhan

Throwback Tumblr – Pesantren Tahfidz Ramadhan

Mimpi kesekian: Menyelesaikan hafalan Al Quran 30 Juz sebelum S2 

“Apa Motivasi kamu untuk menghafal Al Quran?” 

Sebuah pertanyaan singkat namun sulit dijawab ketika ditanyakan akan Motivasi diri untuk menghafal.

Apakah tidak cukup rasa rindu dan haus ini menjadi sebuah motivasi akan keinginan untuk ‘kembali’? 

Kembali menghafal dan membaca arti dari firmanNya..

Kembali ke suasana yang kondusif untuk berinteraksi dengan kitabNya..

Kembali mencari jawaban dan arti dalam kehidupan ini yang telah lama tertulis di dalamnya.. 

Ternyata semua alasan itu tidak cukup ketika motivasi ini bukanlah untuk mencintaiNya dan berharap dapat menjadi keluargaNya. 

MencintaiNya dengan cara berdialog denganNya melalui firmanNya dengan dialog yang lancar, yang senantiasa bibir ini mengucap tanpa henti berdzikir padaNya. 

Alhamdulillah. 

Niat baik janganlah ditunda. 
Sebuah penantian janganlah hanya berdiam diri. 

Karena sesungguhnya sebuah produktifitas akan terus berjalan bahkan dalam suatu penantian. 

Akhirnya setelah lulus dan mempersiapkan diri, dibulatkanlah niat untuk ‘kembali’.  Kembali ke tempat dimana para penghafal Al Quran berada. Setelah sebulan menjalani hari ‘kembali’ ke asrama dan nyantri, dengan segala kegiatan dan aktifitas yang ada, pada 10 hari pertama Ramadhan, kami pun diminta untuk lebih intensif mengembalikan diri padaNya. 10 Hari 3 Juz – Begitulah targetnya Bismillah. Perjuangan sebenarnya akan dimulai. Selama 10 hari tersebut, kami diminta untuk menyetorkan hafalan sebanyak 4 kali dalam sehari dan malam hari untuk murojaah.  Ketika sebulan berada di asrama, alhamdulillah 2 juz telah didapat dengan berbekal sisa murojaah yang masih teringat, nah 3 juz lagi yang tersisa yang akan diujikan di PTR ini. Jujur, untuk murojaah kali ini seperti menghafal kembali dan bahkan terasa asing! Kalo dibilang mah murojaah rasa ziyadah yang benar-benar seperti hafalan baru. Terkadang miris, dengan begitu mudahnya hafalan tersebut meluap ketika ia hanya berada di lisan kita. Hiks Lalu, saat proses menghafal sendiri, baru kusadari begitu banyak hikmah dan pelajaran yang bisa didapat dengan memamahi makna ayat Al-Quran. Bahkan terkadang ketika membaca salah satu ayat yang dipertanyakan, ternyata ayat selanjutnya menjelaskan dan itu sudah sejelas-jelasnya. 

Paling nyesek pas baca surat Al Qomar di beberapa ayatnya tertulis jelas.. 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan Sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? 

Jujur, sedih banget pas baca ayat ini yang berkali-kali di firmankan sama Allah di surat ini. 

Ternyata pas baca ayat-ayat selanjutnya pun dijelaskan dan ternyata memang memiliki pola tersendiri yang memang sudah Allah tentukan agar dapat lebih mudah dihafal. Tapi, kenapa masih susah? 

Dalam PTR pun terdapat kajian yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya kita bersikap sebagai penghafal Al-Quran oleh Ustad Ahmad Ulil Abshar yang beliau menjelaskan secara rinci keutamaan dan penyebab kenapa hafalan tersebut masih sulit untuk dihafalkan. 

Seperti dimulai dari niat yang salah, metode yang salah, bahkan sikap kita ke Al Quran yang salah. MasyaAllah, ternyata ketika dirinci banyak banget yang harus diperbaiki ketika menghafal Al Quran, dan ini bukan siapa cepat menghafal dia cepat selesai, tapi siapa yang tepat menghafal dia akan tepat dalam mengingatnya. 

Keinginan untuk cepat-cepat menyelesaikan hafalan pun seketika diubah. Untuk apa dihafal cepat-cepat kalo ternyata nanti akan dilupakan juga? Dalam artian ketika sudah banyak yang dihafal namun tidak di murojaah. 

Maka, dari sini, akupun belajar, bahwa investasi dengan Al Quran tidak akan pernah rugi. Ketika telah selesai menghafal, maka pembelajaran tersebut pun akan terus berlanjut, bisa dimulai dari tafsir nya, makhraj nya, ataupun dalam cara membacanya pun akan terus berlanjut. 

Terlebih lagi, ketika diingatkan bahwa Allah SWT akan memasukkan kita ke Syurga sesuai dengan hafalan yang telah kita ingat dengan baik. Semakin banyak  dan baik yang diingat maka semakin tinggi tingkatan Syurga nya dan begitupula sebaliknya. 

Investasi Al Quran pun dapat memberikan manfaat bagi orang-orang sekitar kita, terutama orangtua yang telah membimbing dan mendukung, saudara, dan orang-orang tersayang yang kalian ingin bersamanya kembali di Syurga. 

Maka, mimpiku yang ke sekian ini masih berproses dan terus berlanjut. 

Dengan berbekal motivasi dan dukungan dari orang-orang terkasih, insyaAllah akan terus semangat dan berusaha menjadi lebih baik lagi. 

Berusaha melakukan itu mudah, namun berusaha mempertahankan itu susah. 

Sesusah-susahnya itu ya istiqomah. 

Semoga saja bisa terus istiqomah.

Istiqomah jiddiyah nya, istiqomah niatnya, dan istiqomah untuk terus mewujudkannya. Bismillah. 

May Allah Permit. 🙂 

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: