Throwback Tumblr – Politik Itu..

Throwback Tumblr – Politik Itu..
Politik itu…

Berbicara tentang politik, teringat suatu definisi yang disampaikan oleh dosen dalam matkul pengenalan ilmu politik.
“Politic is the natural human behavior in persuading others.”

Politik dalam mengajak orang lain untuk melakukan hal yg diinginkan. Dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari.
Namun politik yang jelas terlihat dalam waktu akhir2 ini. Seperti saat pemilihan Presiden periode 2014-2019.

Sebuah pesta demokrasi yang memiliki euphoria nya tersendiri bagi yang merasakannya. Namun entahlah, demokrasi yang ditawarkan justru membuat saya muak.

Demokrasi yang dijunjung justru terlihat seperti kapitalisme bahkan liberalisme. Segala hal dilakukan untuk menawarkan hal yg diinginkan untuk mencapai tujuan. Mulai dari cara yang benar ataupun yg sama sekali di luar batas.

Entah hanya saya ataukah orang lain merasakan hal ini pula. Demokrasi kini menjadi tabu, dimana semua orang dapat menyuarakan pendapat mereka. Baik itu benar maupun salah. Karena apa? Setiap orang memiliki pandangannya sendiri.

Konstruktif. All of it based on your mind.

Jika dilihat dari pengalaman pemilihan presiden yang lalu, saya rasa periode ini adalah periode yang paling kelam. Mungkin inilah revolusi yg dulu dipendam sejak berakhirnya periode presiden sebelumnya yang telah menjabat 2 periode. Namun beginikah caranya?

Apa yang perlu disalahkan? Sistem kah? Atau kah para pendukung yang terlalu royal dan semangat dalam memberikan dukungan sehinggan seperti ini? Berbeda pilihan, terpisah lah sebuah komunitas. Berbeda pilihan, terpisah pula suatu persahabatan. Berbeda pilihan, yang dulu setia akan ingkar.

Seingatku, dulu sebuah hak suara akan dijaga kerahasiaannya. Pilihanku, pilihanku, begitu pula pilihanmu. Biarkanlah kotak suara yang akan menjadi saksi atas pilihan yang dijatuhkan.

Namun kini terlihat banyaknya deklarasi, janji untuk memilih salah satu calon, dukungan yang jelas, segala hal serba transparan. Apakah ini kemajuan dari sistem demokrasi? Segala hal serba transparan?

Ah entahlah apa yang saya bicarakan. Ini hanya sebuah tulisan yang kuungkapkan karena aku muak melihat semua ini.

Ketika sang calon duduk manis, mempersiapkan diri untuk menyiapkan kata2 untuk debat yang sebenarnya saya pikir hanya sebagai suatu ujian kecil untuk mereka. Sebuah ajang untuk merekam apa yang mereka katakan apakah akan terbukti atau tidak. Sebuah visi dan misi ataukah hanya sebuah kata2 yang dihafal dan diucapkan sebagai sebuah formalitas?

Media yang merupakan mediatorpun tak banyak membantu jika mereka tak lagi netral. Membaca berita yang setiap hari hanya memberitakan hasil survey, elektibilitas kedua kandidat, kampanye dimana-mana, pencitraan masing2 calon, ah saya bosan melihatnya. Lebih baik melihat kartun yang memang utopia dibandingkan melihat berita yang utopia. Karena apa yang terlihat belum tentu sama dengan apa yang terjadi.

Ya begitulah media, tergantung pandanganmu dan siapa yang memilikinya.
Ia dapat menjadi bumerang yang akan siap menyerang balik.

Semoga saja apa yang akan terjadi nanti, siapapun yang terpilih menjadi presiden, bagaimanapun caranya dan apapun keputusan yang dibuat. Semoga Allah meridhai. Semoga Allah masih menjaga negeri ini. Semoga hal yang terjadi di timur tengah sana, konflik yang terjadi tak akan terjadi di negeri ini.

Sedikit idealis, atau mungkin utopian. Namun entahlah, kadang menjadi realis akan menjadi begitu menyakitkan. Haha

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja

%d bloggers like this: