Sebenernya tugas ini udah dikumpulin via docs di Gdrive, tapi biar seluruh jurnal ada di blog semua, pindahin kesini aja semua! Hehe 

Memasuki tugas kedua, yaitu menaiki wahana surfing. Kali ini kita diminta untuk berselancar dan menemukan internalisasi diri dalam berkomunitas berdasarkan prinsip dan CoC IIP.

Alhamdulillah, setelah menyimak pembahasan mengenai CoC dari kedua Widyasawara, semakin terasa bahwa hanya di IIP lah CoC yg ada diterapkan.

Selama ini, saya sendiri merasa bahwa CoC yg diterapkan di IIP diberlakukan di IIP sendiri dan sebagian grup yg saya masuki.

Penerapan CoC yg menurutku sangat terasa adalah ketika menyampaikan ilmu yg sudah diterima dari manapun. Daripada menyebarkannya secara utuh, lebih baik dikelola dan disampaikan kembali dalam bentuk ‘review’. Sehingga ilmu yg telah diberikan dan diterima tetap terjaga orisinalitasnya.

Adapun CoC lain dalam menjaga adab dan menjauhi perilaku ‘nista’ sekiranya sudah cukup saya terapkan. Seperti halnya tidak membicarakan politik, SARA dan ghibah alhamdulillah sudah bisa diterapkan dalam kehidupan.

Sayangnya adab untuk menjajakan apa yg dijual kerap kali dilakukan karena tidak adanya peraturan dan kebijakan yg jelas dari grup Whatsapp tsb. Sehingga terkadang masih saya sebarkan jualan kepada grup tsb.

Maka adanya CoC dan penerapannya dalam kehidupan tentu menjadi sebuah peran penting dalam membangun adab dan kepekaan pada sekitar. Bahwasanya segala hal yg dilakukan harus sesuai dengan peraturan yg ada.

Begitupula dalam menjalani Kelas Bunsay nanti, dengan durasi waktu yg cukup lama maka CoC IIP harus senantiasa diingat dan dijaga. Karena setelah memahami ‘strong why’ dari memasuki Bunsay, hal selanjutnya yg dilakukan adalah mulai memposisikan diri sebagai mahasiswa yg mematuhi segala CoC dan ketentuan yg ada di kelas tersebut.

Cukup menantang, namun harus diikhtiarkan 👌🏻

Demikian jurnal saya pada Wahana Surfing kali ini 💕

Jakarta, 9 Agustus 2020
Izzati R.H – IP Tangsel

 

Tulis saja komentarmu, jangan hanya dipendam saja